Postingan

mulai hari ini aku akan percaya karena aku mencintaimu dengan hati

Ah.. Dua bulan,terasa lucu tak pernah kau beri jeda waktu selama itu ku pastikan hati ini kan penuh sesak dengan rindu, menanti kembalinya kamu. Jika saja bukan untuk masa depan kita. Diri ini sudah pasti tak rela di tinggal pergi begitu lama tanpa tawa manjamu dan bibir manyunmu yang merengut kala ku goda kamu dengan kata "gembul"..Hidup ini terasa begitu sepi Bagaimana mungkin ketidakhadiranmu menjadikan cinta ini begitu kentara. Jarak dan waktu seakan berbanding terbalik dengan rasa. Ibarat aku ini Penjaga, yang mengiringimu kemana saja, melindungimu dari sambaran gadis-gadis  nakal yang menggilaimu meski mereka terkadang tau, ada aku bersamamu. Aku penjaga sinting, yang beroperasi di luar kendali. Mengaturmu dengan caraku sendiri, ibarat mata peluru yang terlontar membabi buta dari moncong senapan tanpa bidikan.. Aku tau, aku tak punya hak atas kamu. Kau bukan milikku. Bukan miliki siapa siapa. Kita hanya dua manusia MILIK TUHAN yang memilih untuk bersama. PILI...

Jalan-Jalan Ke Taman Rusa bersama anak-anak RUMBEL REZA , Aceh Besar

Gambar
Ini dia taman RUsa, sudah seperti Disneyland kan? walau cuma KW nya,hehe Reza, yuli, zury, afry, Dini, Mira, Yundam Ayu, Fathur (dari Kiri ke Kanan) Tepatnya Hari Rabu, berkisar 4 hari yang lalu dari hari ini kita mengunjungi Taman Rusa. Lokasinya secara jelas aku tak tahu, dalam perjalanan aku habiskan dengan tidur di Mobil. Aku sedang sakit saat itu. Tapi teman-teman memaksaku ikut. Seingatku kata Zury ayu lokasinya di Sibreh. Aku hanya mengingat suara-suara instruksi Mira yang menuntun Yuli (yang mengemudi) untuk mengikuti tanda panah. Tak mudah mencari Tempat kreasi Taman Rusa tentu saja, karena kau bakal dibimbing oleh papan penunjuk arah. Well, ujian Exit exam (CBT dan OSCE) telah kami lewati. Tinggal menunggu pengumuman tanggal 23 Desember nanti. Kami pun Anak Rumbel Reza (anak-anak yang selama ini berjuang bersama dalam menghadapi UKDI dan OSCE di sebuah rumah kosong peninggalan alm. nenek Reza) sepakat untuk jalan-jalan bersama sebelum masing-masing dari kami kemb...

cerpen penantian tiada akhir

Matahari bersinar terik di sela hiruk pikuk kendaraan bermotor, temperatur kota pun semakin memanas. Debu jalanan berseliweran ditiupi angin nakal ditemani asap knalpot yang menyesakkan.  Rivi mendengus kesal, melirik arloji sesaat matanya awas mengamati jalan raya dan kendaraan yang lalu lalang satu persatu. Gadis itu gelisah, bibirnya tak berhias senyum, sesekali ia rogoh hand phone dari dalam ransel hijau mudanya, memencet sebuah nomor dengan tergesa, meletakkan handphone di kupingnya dan menunggu. Hingga pada akhirnya terdengar nada sibuk dan ia pun kemudian membanting hand phonenya kembali ke dalam ransel, terlihat putus asa.  To: xxxxxx "sudah lebih puluhan purnama aku menunggu, mau berapa purnama lagi,? atau sampai matahari habis energi? dan rembulan redup? gadis itu pun akhirnya memutuskan untuk mengirim pesan singkat lama ia menunggu, tetap tak ada balasan.  Amarah Rivi semakin membuncah, kesabarannya sirna seiring waktu.  TitTit....

nikmat tuhan mana lagi yang kau dustakan?

hidup baru terasa nikmat saat kita sedang sakit. Pikiran dan jasmani yang sehat terkadang mampu membuai kita, hingga tak jarang kita lupa akan nikmat Tuhan. Manusia cenderung menyepelekan nikmat nikmat kecil yang diperoleh, namun saat nikmat itu dicabut darinya akan terasa kentara sekali bahwa hilangnya nikmat tersebut berdampak sangat luar biasa dalam berbagai aspek. Saat sehat, aku tak begitu peduli dengan nikmat tidur. Padahal aku bisa tidur kapanpun aku mau, sayangnya aku memilih mengundur waktu tidur dan berjaga semalaman untuk suatu hal yang tidak begitu penting, menonton misalnya.  Saat ini aku sakit, aku mendiagnosa diriku sendiri dengan Obs febris ec 1. demam dengue 2. demam tifoid. Seluruh sendiku nyeri, kepalaku nyut nyutan minta ampun sepanjang hari. Sudah minum antinyeri juga tak mau hilang, walhasil aku tak bisa tidur, dan benar-benar menyiksa sekali. Disaat aku butuh tidur, aku tak bisa tidur namun di saat aku bisa tidur dengan mudahnya aku menyia-nyiakan kesempat...

Disaat yang lain pergi kamu tetap disini, terima kasih

Aku menyadari kekurangan kita, yang terkadang membuatku frustasi dan ingin menyerah akibat kerisauan yang mendalam, ya, aku takut perbedaan ideologi, budaya, serta latar belakang keluarga kita tak mampu menjamin kebahagiaan keluarga kecil kita ke depan kelak.  Aku tipe pemikir dan pencemas. Begitu juga kau. Tapi semakin lama hubungan ini terjalin semakin aku melihat perubahan darimu. Ya sayang, kau menjadi semakin dewasa dan matang. Diam-diam hatiku meragu untuk pergi dan merelakanmu pada gadis manapun di dunia ini.  Di saat aku terjatuh dan gagal, kau yang pertama kali mengulurkan tanganmu, mengajakku berdiri. Aku tahu, keluargaku akan melakukan hal yang sama, tapi aku tak pernah menceritakan apapun masalahku pada keluarga karena kau tahu sudah cukup mereka dipersulit oleh keadaan dan aku tidak mau menambah beban mereka dengan masalahku.  Mulailah, ketika cobaan menderaku bertubi-tubi, disanalah kau berdiri, menawarkan beragam keindahan supaya aku bisa ters...

Mereka (Sahabat Koas) yang menemaniku berpetualang di RSUDZA

Menceritakan mereka ibarat menuliskan kata sakral dengan tinta emas yang mahal, harus sangat hati-hati agar goresannya sempurna. Bersama mereka bagaikan pengkristalan. Momen abadi yang tak pernah terakhiri. Tuhan memilihku untuk hadir dalam catatan kehidupan mereka. Melewati ratusan hari yang mungkin  berakhir beberapa bulan lagi. Masing-masing lepas dari ikatan untuk berjuang dengan masa depan kami sendiri-sendiri meski aku yakin.Akan selalu ada benang yang mengikat kami.. jalinan persahabatan yang ku harap tetap kuat sejauh apapun kami berpencar. Karena koneksi ada di hati bukan tekhnologi. Karena kebersamaan tak mutlak hanya dalam bentuk tegur sapa atau berjumpa bisa juga dengan saling mendoa. Ratusan hari aku lewatkan bersama mereka dan hari ini tak ada sesal memilih kereta yang ku tumpangi ini. Kereta yang membawaku dalam stasiun stasiun penuh warna. Rel demi rel kami lalui dan kami tahu belum saatnya menyerah. Jalan keluar masih sangat panjang dan akan terus panjang hing...

Tuhan Ini air mataku Tak pernah Palsu

Tuhan.. Hari ini aku ingin bercerita.. Tentang rindu yang di bawa  matahari saat gelap menenggelamkannya pergi. akankah Kau kirimkan bulan sebagai pengganti. Serta bintang tuk hiasi langit gelap ini? Tuhan.. Hari ini keluh kesah ku adu Hati kelu yang berharu biru menanti cahaya pagi yang bisu bercumbu dengan hidup yang tak mau tahu Hari ini aku adalah aku dan selalu menjadi aku tapi ke depan tolong bantu aku miliki hidup baru beri cahaya bagi keluargaku... Tuhanku.. mungkin aku tak bisa jadi matahari tapi cukup aku jadi Lampu bagi orang yang ku cinta kemudian hari Tak sanggup kulihat dua makhluk yang ridha mereka adaah ridhaMu.. bersusah payah sejak dulu sampai saat ini. Demi Aku Tuhan Terangi langkahku mudahkan jalanku aku ingin akhiri bukan deritaku tapi derita mereka Ayah dan IBU Tuhan.. hari ini aku ingin kau saksikan ini air mataku dan tak pernah palsu.. afry's room 9 nov 2014