Postingan

Saat Senja dan Gulita Menceritakan Tentangmu

Gambar
Lonely girl (created by me)   Senja menceritakan kenangan tentangmu, saat semuanya membalur menyisakan sepi. Cuma aku disini. Tanpa kamu. Angin semilir berhembus hingga ke kaki bukit. Daun-daun beringin yang runcing berderak-derak geli. Aku mendengar mereka terbahak. Menertawakanku yang masih menantimu, mungkin. Senja mulai tiada, gelap pun bersua, angin semakin dingin, membekukan telaga. AKu masih disini, di sudut pepohonan yang sama. Masih setia dan percaya atas binar kedua matamu saat kau mengatakan " tunggu aku, aku akan menjemputmu, juwita.." Masih ku ingat dengan jelas Saat angin nakal meniup nakal rambutmu, dedauan yang menaungi kita pun turut gugur satu persatu di atas pangkuan mu. Senja itu kita duduk berdua, menatap padang rumput hijau yang menari dan semburat cakrawala sore hari, sungguh indah sekali. Boy and girl (by afree)                                 Aku dan...

Kisah Bebek dan Ulat Buah Apel (The duck and the Apple's worm)

Gambar
duck and the apple (by afree) Alkisah hiduplah seekor ulat  yang hidup di dalam sebuah apel ranum dan merah. Sang ulat sangat kesepian. Ia hidup sendirian di dalam buah apel tersebut. Tak pernah ia menyaksikan terbitnya matahari dan hadirnya rembulan. Pagi atau malam baginya sama saja. Ia merasa apel lah dunianya. Sang ulat sangat sedih, sungguh ia sangat berharap bisa memiliki teman atau makhluk hidup lain yang bisa diajaknya berbicara. Hidup sendirian di dalam buah apel yang dingin bukanlah hal yang menyenangkan. Sang ulat ingin berkelana, namun apa daya, tubuhnya tak cocok untuk berkelana. Ia takut terhadap bahaya yang akan menghampirinya jika ia keluar dari buah apel tersebut.              Hingga suatu hari, malam itu angin bertiup sangat kencang, sang ulat sangat ketakutan. Dalam hati ia berdoa agar Tuhan melindungiNya. Namun, angin tak kunjung berhenti, dan bertiup semakin ganas. Sehingga apel yang sang ulat tempati pun terle...

Dan Rasanya ingin Meledak Kan DIRI

Gambar
Ibarat bertepuk sebelah tangan, seperti itulah kira-kira. Berputar-putar gak jelas tanpa hasil. Minggu ini saya ingin menyelesaikan berkas-berkas persyaratan yang diminta untuk registrasi beasiswa. Berkas-berkas yang harus saya persiapkan salah satunya adalah fotokopi ijazah yang sudah di legalisir (dan Alhamdullah, saya sudah mendapatkan legesannya senin lalu, Berhubung minggu depan saya sudah mulai stase di penyakit dalam dengan kondisi jam terbang membabu yang tinggi sehingga ada satu persyaratan ekstra yang harus saya urus sebelum saya menginjakkan kaki ke dalam kehidupan "pathetic" tersebut, yaitu terjemahan ijazah dan transkrip bahasa inggris. Sebenarnya terjemahan ijazah itu adalah salah satu persyaratan yang harus dipenuhi jika saya sudah lulus seleksi administrasi (yakni jika dipanggil utnuk interview baru berkas tersebut diminta) . Mempersiapkan persyaratan untuk sesuatu yang belum pasti sudah menjadi kebiasaan saya. Walaupun mungkin saya bisa jadi gagal (tak samp...

Handmade's gift

Gambar
aha.. Bulan Februari. Salah satu teman dekat saya berulang tahun lagi yang ke 24 kira-kira sekitar 1 jam lagi. Dia salah satu anggota kelompok koass saya, sudah lebih dari setahun kami bersama terus, So, adalah keharusan bagi saya untuk memberikan sesuatu minimal di ulang tahun mereka masing-masing sebelum kami berpisah dan mungkin akan jarang berjumpa, dan mungkin akan menjadi hadiah terakhir dari saya, eits maksudnya hadiah handmade terakhir. Sebanarnya ada banyak alasan mengapa saya lebih memilih memberikan Handmade's gift untuk teman saya. Salah satu alasanyanya adalah "Budget". Kondisi keuangan saya sedang tidak stabil. Sejak koass saya pengangguran (tidak mengajar les bahasa inggris lagi). Otomatis penghasilan saya hanya bersumber dari pemberian orangtua yang mungkin tak seberapa, cukup untuk makan Wong Solo, isi bensin,  parkir, pulsa dan kebutuhan-kebutuhan fotokopi untuk tugas koass. Tabungan? jangan ditanya, ludes entah kemana. Oleh sebab itu, satu bulan se...

dilema

Bisakah engkau enyah, semenit saja? sedetik pun juga boleh. karena aku begitu tersiksa. Memikirkanmu , entah rasa ini namanya apa. Aku kacau. Aku pinta, enyah dari sini, dari hatiku.. apa disana kau juga sama? tapi, jika pun iya . Sama saja, kita tak boleh saling mencinta... tepatnya kita harus melupa.

AKu katak kecil yang mencintai hujan

Gambar
Biarlah kenangan saja yang menjadi penghias hubungan kita. Cukup dengan mengenangmu, aku bahagia. Mengenang sekelumit kisah indah kita. Aku menyayangimu, sampai kapanpun mungkin akan terus menyayangimu. Meski cintaku akan berlabuh pada seseorang yang tak ku tahu siapa, rasa sayangku padamu ku yakin akan tetap ada, tak akan hilang oleh masa, kecuali bagian otakku yang menyimpan memori tentangmu hilang, tapi ia takkan bisa hilang begitu saja bukan? Aku tak membencimu, aku harap kau juga tidak membenciku. Pada prinsipnya, kita saling menyayangi, namun karena ego dan prinsip kita masing-masing yang mungkin telah mendarah daging, romansa kita kalah. Aku tak akan menyalahkanmu atas semua ini, aku harap kamu juga tak menyalahkanku atas semua ini. Kita belajar, sayang. Kita telah mempelajari sesuatu dari hal yang telah berlalu. Aku bersyukur dan berterima kasih karena kehadiranmu atas setiap hal yang kau lakukan untukku. Sekarang marilah kita berjalan masing-masing untuk kebahagiaan ki...

Separuh Aku Dirimu (2)

Gambar
sambungan... Pelukanku membuatmu semakin kaku. Sejenak kamu tergugu dan selepas itu membisu. Aku masih terisak dengan kedua lengan masih mengalungi perutmu. Kita mematung dalam labirin masa lalu. Begitu perih rasanya tak mampu memiliki cinta yang ku yakini mampu buat hidup terasa mandraguna. Jika mengenalmu adalah suatu kesalahan maka melewatkanmu lebih dari sekadar itu. Seharusnya takdir membuat kita saling mencintai lebih awal.  Sehingga tak perlu kita habiskan waktu bertahun-tahun bermain di belakang dua insan yang sebenarnya juga kita sayang. Malangnya masa kecil dan kebersamaan kita dalam hal apapun tak  akan buat kita saling menyadari jika bibit cinta sedari dulu telah tersemai, lambat laun tumbuhlah ia menjadi sangat subur dengan akar-akar yang kokoh menancap dalam sampai ke pori-pori sanubari. Aku tak mampu mencabutnya lagi, begitu juga kamu. Aku tahu itu. pada akhinrya kita berdua menyerah pasrah dan terlena dalam nuansa merah jambu. Sembunyi-sembunyi meraj...