Postingan

Cerdas berhitung sebelum berhutang (by Agus Rizal)

Gambar
Tiga hari yang lalu, tepatnya hari sabtu (12 agustus) saya dan salah satu perawat mattel ( mbak yeni) menyempatkan diri untuk berkungjung ke wisma mattel , dengan tujuan meminjam buku. Sudah lama saya tidak membaca semenjak sibuk dengan persiapan pesta pernikahan . Jam 19.00 malam, selesai barcode, kami berdua langsung meninggalkan kantor. Menyapa para security yang melakukan  body check in di pos tiga dan melangkah meninggalkan gerbang besarnya. Suasana malam itu cukup dingin, sesekali kami berceloteh mengenai kejadian yang terjadi di klinik beberapa jam yang lalu. Tak terasa akhirnya sampai juga di depan wisma mattel yang jaraknya sekitar 5-10 menit dengan berjalan kaki. Langsung kami jumpai bundo di bagian office dan minta izin untuk memilih dan membaca buku di pustaka wisma Memang sangat kebetulan sekali. Saya menemukan buku ini Cerdas berhitung sebelum berhutang. Oleh Agus rizal. Agus rizal sang penulis sendiri pun kiprahnya sudah tidak dapat diragukan ...

Hanya pendosa yang ditutup aibnya oleh Allah

Semakin kamu dewasa ( bertambah tua, baik bertambah tua perdetik, per menit, perjam, perminggu, per bulan, per tahun) kamu akan sadar, betapa banyak kebodohan atau kesilapan yang mungkin telah kamu lakukan di masa lalu dan mungkin masih banyak kesilapan atau kesalahan lain yang masih berada di alam bawah sadarmu ( tak kau sadari) bisa jadi karena ego mu terlalu tinggi untuk mengakuinya atau mungkin engkau mengesampingkan rasa penyesalan yang sesaat mencuat karena sudah 'keenakan' berbuat silap. Atau kamu memang sudah menyesali dan berjanji dalam hati tidak akan mengulangi suatu yang bagi kamu itu 'dosa' namun karena biasa 'khilaf' besok hal tersebut kamu ulangi lagi.  Misalnya kamu terbiasa bangun telat, skip sarapan pagi , atau sering konsumsi menu tidak sehat. Hati kamu sadar kamu sudah sangat menyimpang dari yang namanya hidup sehat, kamu pun bertekad untuk memperbaikinya. Tapi ternyata esok tidak begitu indah buatmu, kamu sedang berduka karena suatu...

Bangga jadi anak ayah

Gambar
Ayah Dia jarang berkata kata. Tak suka berinteraksi dengan orang dengan level jauh di atasnya. Kurang percaya diri dan sedikit introvert.. Ayah. Sosok pendiam yang dari mulutnya hampir jarang keluar susunan kata panjang. Ayah yang sangat fobia berada di keramaian dan benci bicara di depan umum Ayah yang mukanya jarang tersenyum dan kalau tidak kenal orang cenderung akan segan dan takut. Ayah yang kalau sudah marah atau ngambek bisa sangat menyeramkan tapi jarang atau hampir tidak pernah main tangan. Paling jika kami sudah sangat nakal hanya akan di cubit ringan atau diguyurkan air di atas kepala( jika kami sedang tantrum dan tak bisa ditenangkan dengan cara lain) supaya dingin kepala katanya Ayah kalau makan sedikit sekali. Mungkin bobotnya jarang mencapai kelebihan berat badan. Ayah kalau sudah dalam hal makanan pemilih sekali. Ibu sampai sampai repot.  Kadang jika tidak sesuai ia suka memasak makanan sendiri. Paling sendiri sambal belimbing yang digiling dengan cabai k...

Jangan ditanya

Jangan tanyakan padaku apa itu cinta Karena aku telah melipatnya kecil kecil sekali, mungkin lebih kecil daripada buku jari tanganmu.. Jangan tanyakan apa itu kesetiaan Karena sudah lama kata itu ku tenggalamkan dan kosa katanya setahun belakangan hilang dari kamus hidup. Jangan tanyakan apa itu kenyataan Karena sudah beberapa waktu ini aku hidup dalam angan angan dan mimpi Jangan tanyakan siapa aku Karena jawabannya mungkin akan membuatmu menangis

Senyum

Hari ini aku melihatmu begitu hidup. Begitu nyata hingga aku tak sadar bahwa sekelebat keindahan itu hanyalah bunga tidur. Hari ini aku bermimpi menjadi orang paling berbahagia di tengah kegalauan yang mendera. Hari ini melalui mimpi, aku melihatmu tersenyum. Senyum merekah penuh cinta. Hari ini aku merindukanmu sama seperti hari hari sebelumnya. Merindukan kamu yang tak pernah nyata.

Hiduplah sesuai kemampuanmu

Dewasa ini , banyak postingan yang mewanti wanti tentang perilaku riba yang dilakukan oleh umat muslim tanpa mereka sadari. Mengambil kredit di Bank ternyata juga merupakan salah satu bentuk riba. Saya baru tahu, yang saya tahu si Bank nya lah yang melakukan riba dan si peminjam merupakan korban riba, namun ternyata si pemberi hutang dan si penerima hutang ( yang menggunakan praktik riba) ternyata juga mendapatkan dosa yang sama. Maka kesusahan dan ketidakberkahan hiduplah yang di dapatkan sebagai balasan dari perbuatan itu.. Dan ternyata, ada benarnya. Ini berdasarkan pengalaman pribadi. Pengalaman yang membuat saya berprinsip "tidak akan sekali kali meminjam uang di Bank..karena sungguh kerugian dan hal negatif yanh di datangkan sungguh sangat besar.. Dulu., mungkin sekitar 10 tahun yang lalu.. Sebelum keluarga saya meminjam uang dengan jumlah yang lumayan besar di Bank, sebagai modal usaha keluarga, hidup kami terasa nyaman dan tentram .Hidup kami bisa dibilang sederhana...

Muak

Pernah tidak kau dihadapkan pada suatu keadaan yang mana kau benar benar sudah sangat muak untuk menghadapinya. Ibaratnya kau disodorkan makanan yang sangat kau tidak sukai, dan kau harus melahapnya saban hari. Kerongkonganmu pasti terasa pahit dan sakit. Lambungmu pasti bergejolak hebat. Ingin memuntahkannya. Tapi kau terpaksa harus mengatup rapat gigimu dan menelannya bulat bulat. Itulah yang ku rasakan. Mual. Enek.Muak. "Kasihan sekali.. seharusnya kau jalani saja dulu..sampai menemukan yang baru.. kau rugi sekian sekian.." Lagi lagi orang yang tak mengerti itu mengukur sesuatu dengan materi Aku menjadi semakin muak. Semakin sakit. Semakin ingin muntah Pada saat ini aku tak butuh di arahkan. Dinasehati dengan kata kata yang jauh lebih mencabik cabik. Tanpa diucapkan pun aku tahu apa yang akan hilang jika keputusan ini di ambil. Jadi berhenti mengulang ulangnya lagi. Cukup. Doakan saja dan cari kata yang membuat aku lebih semangat dan percaya diri. Bisa kan? ...