mencintai satu wujud dengan dua jiwa
Pernah tidak mencintai satu wujud dengan dua pribadi. Dimana kamu mencintai satu wujud dan hanya salah satu dari pribadinya, tapi kamu membenci pribadi yang satunya lagi. Membenci hingga ke ubun ubun dan benci itu buatmu sesak siang malam. Serba salah dan terkurung dalam fase yang dinamai tekanan. Tapi terkadang pribadi yang lain buatmu bahagia, berbunga-bunga, penuh cinta, komitmen dan kesetiaan, maka pada saat ia tampak maka pribadi yang kau benci itu seakan musnah seketika(sayangnya hanya suatu ketika itu saja, di lain hari di saat tak terduga dia itu muncul kembali).
ya. saat itu kau terikat dalam ambivalensi. Menerka nerka sesuatu yang tak pasti. Tentu saja masa depanmu.Kebahagiaanmu. Seakan kau sedang bertaruh atau berjudi, bertaruh untuk kebahagianmu sendiri.
Saat pribadi itu berubah jadi yang kau benci, dia akan buatmu terpuruk. Kau akan.melihatnya terluka dan kau secara tak sadar merasakan hal yang sama. Dulu kau tahu itu. Situasi ini.Kau sadar penuh, akan terjadi seperti ini
Tapi karena kesombonganmu , kau merasa sanggup.memperbaiki.Sanggup merubah., sanggup memperbaikinya. Tapi ternyata tidak.Yang kau upayakan cuma memberi hasil sementara dan tak pasti. Dia sama sekali tak bisa berubah(sebahagian mungkin iya)
Dia bisa menjadi seseorang yang kau cintai namun seketika juga bisa hilang kendali dan kembali dalam keterpurukannya lagi. Kau tidak bisa berbuat apa -apa
dia sudah tenggelam.begitu dalam. Apakah kau akan tenggelam.bersamanya. Menjaganya di saat terburuk. Atau memilih berenang ke permukaan? meninggalkannya sendirian dan salah satu jiwa yang kau cintai pada wujud yang kau sayangi itu akan pergi, membawa hal yang yang menekanmu dan dia selamanya?
lantas apakah itu akan buatmu bahagia?
atau kebahagianmu terbawa sekaligus bersama kepergianya yang tenggelam semakin dalam..
atau bisa jadi.. saat dia tenggelam , dia menemukan portal atau kehidupan lain yang menawarkannya kebahagian. Kebahagian yang lebih baik.di bandingkn bersamamu. Yang mmbuatnya menjadi.pribadi yang utuh dengan satu jiwa .Bukan dua
Atau saat dia bahagia dengan kehidupan barunya? mampukah kau merasa.lebih bahagia
semuanya.masih dilema...saat ini..
karena kau cuma menjalani.. bukam memutuskan
ya. saat itu kau terikat dalam ambivalensi. Menerka nerka sesuatu yang tak pasti. Tentu saja masa depanmu.Kebahagiaanmu. Seakan kau sedang bertaruh atau berjudi, bertaruh untuk kebahagianmu sendiri.
Saat pribadi itu berubah jadi yang kau benci, dia akan buatmu terpuruk. Kau akan.melihatnya terluka dan kau secara tak sadar merasakan hal yang sama. Dulu kau tahu itu. Situasi ini.Kau sadar penuh, akan terjadi seperti ini
Tapi karena kesombonganmu , kau merasa sanggup.memperbaiki.Sanggup merubah., sanggup memperbaikinya. Tapi ternyata tidak.Yang kau upayakan cuma memberi hasil sementara dan tak pasti. Dia sama sekali tak bisa berubah(sebahagian mungkin iya)
Dia bisa menjadi seseorang yang kau cintai namun seketika juga bisa hilang kendali dan kembali dalam keterpurukannya lagi. Kau tidak bisa berbuat apa -apa
dia sudah tenggelam.begitu dalam. Apakah kau akan tenggelam.bersamanya. Menjaganya di saat terburuk. Atau memilih berenang ke permukaan? meninggalkannya sendirian dan salah satu jiwa yang kau cintai pada wujud yang kau sayangi itu akan pergi, membawa hal yang yang menekanmu dan dia selamanya?
lantas apakah itu akan buatmu bahagia?
atau kebahagianmu terbawa sekaligus bersama kepergianya yang tenggelam semakin dalam..
atau bisa jadi.. saat dia tenggelam , dia menemukan portal atau kehidupan lain yang menawarkannya kebahagian. Kebahagian yang lebih baik.di bandingkn bersamamu. Yang mmbuatnya menjadi.pribadi yang utuh dengan satu jiwa .Bukan dua
Atau saat dia bahagia dengan kehidupan barunya? mampukah kau merasa.lebih bahagia
semuanya.masih dilema...saat ini..
karena kau cuma menjalani.. bukam memutuskan
. . .
BalasHapus