Apa Sih Clinical Skill (KKJ) Itu?

Clinical skill, terkadang dijuluki KKJ  akronim dari koskap Junior kalau saya tidak salah. Jangan tanyakan apa arti koskap pada saya, saya juga ndak tahu.  Mahkluk apakah KKJ itu? Baiklah, akan saya jelaskan sedikit, simak penjelasan saya baik-baik, yang jauh kalau bisa merapat, iya kamu, sini.. Kemari, lebih dekat. "Bisa kita mulai". Ehmm, "jangan tatap mata saya, nanti anda jatuh cinta..hahahha *jampok 

Baiklah, KKJ adalah istilah yang dipakai oleh Letu (Leting Tua), istilah KKJ berganti nama menjadi "CLINICAL SKILL" , kapan berganti namanya saya tak tahu pasti, yang jelas berkisar 1 tahunan gitu mungkin. Kalau agan-agan sekalian "berbau kedokteran", berbau kedokteran maksudnya sedikit banyak sudah tahu mengenai ihwal-ihwal atau pun ritual ritual di fakultas kedokteran, baik karena memang mahasiswa kedokteran ,pernah menjadi mahasiswa kedokteran, punya relasi di fakultas kedokteran atau punya pacar di fakultas kedokteran, pokok paling pentingnya adalah anda Tahu tentang kedokteran. "aduh ribet banget sih jelasinnya".

Lantas, setelah tau apa itu KKJ kalian harus bilang Wow gitu?"
( diam sesaat) " Ya, Jangan dulu dong, saya saja belum mendefinisikan, jangan apriori gitu dong teman-teman, setelah itu baru bilang wow. saya sedikit tersinggung ini, jangan-jangan anda enggan lagi mendengar penjelasan saya. Yasudah, end.. bye. "eh, janganlah kayak gitu, dengar dulu, sikiiiiiiiiiiiiiiiiiiittt ajaaa..ya..ya..ya.."

So, Clinical Skill atau pun KKJ itu adalah sebuah jembatan. Kira-kira itulah fungsinya. Jembatan. "kenapa pada bingung? Jangan tatap saya dengan pandangan seperti itu,. sudah saya bilang kan KKJ itu adalah jembatan. Masih kurang jelas?" apa? masih? dimananya? oh,oh, hehe sori.. Bukan Jembatan lamyong atau jembatan beneran, maksud saya fungsi KKJ itu seperti halnya jembatan. Anda tahu apa fungsi jembatan? yep, benar,. Jembatan adalah jalur penghubung. Nah, KKJ juga merupakan jalur penghubung, antara siapa dengan siapa, antara apa dengan apa. Ringkas saja, KKJ adalah jalur penghubung antara saya dengan Adam Gracia *loh kok, sori kidding maksud saya jalur penghubung antara Kepanitraan klinik (KKS (koskap senior) atau Coass (co-assistance)) dengan Sarjana kedokteran yang hendak lanjut untuk memperoleh gelar profesi. 

Sekarang kita main serius aja ya, langsung to the point., capek juga bertele-tele kayak di atas.

CS (clinical skill) adalah penghubung seperti yang telah saya jelaskan di atas. Durasi CS berbeda-beda tergantung kebijakan masing-masing tahun ajaran yang terkait. Pada tahun saya, kami harus menjalani proses CS selama 3 bulan. waktu yang cukup panjang menurut saya hanya untuk sebuah jembatan penghubung. Kesannya bertele-tele dan tidak efektif walaupun secara garis besar ada juga hal positif yang di dapatkan.

Apakah CS bagian dari Koass?
menurut pendapat teman saya yang dulunya adalah gubernur Bem si azmy, CS itu juga bagian dari Koass.  Jadi jembatannya udah masuk dalam kawasan  Koass itu sendiri. So, kalau ada orang wara wiri nanya kamu udah koass atau belum, jawab saja udah. Daripada kamu nyebut kata KKJ dan harus berbuntut panjang untuk menjelaskan lagi. Saya pribadi aja capek jelasin ke satu orang, bayangkan kalau ada 100 orang yang nanya *hiperbola. 

Apa aja yang harus dipersiapkan waktu CS?
yang harus dipersiapkan banyak
1. Siapkan diri sendiri, harus sehat dan gak boleh sakit bareng sehari pun, Kehadiran 99% (sama seperti dahulu kala saudara-saudara)
2. Alat (stetoskop, tensi, spatel lidah, manset pediatri, termometer, palu refleks, tas kecil buat menaruh bahan, note book, pulpen)
3. Buku saku di foto kopi Nan** seperlunya saja.
4. Siapkan makanan sebanyak-banyaknya, karena anda sudah pasti bakal menunggu sampai mati kebosanan kadang-kadang.  hahha..

Bagaimana sih Proses CS itu?
Prosesnya cukup sederhana, awalnya mendaftar pakek map gantung hijau ke skillab, besoknya briefieng, sewaktu briefing akan di jelaskan juga prosedur-prosedur yang harus dilaksanakan. Setelah briefing anda akan diberi jadwal Kuliah introduksi, biasanya jadwal kuliah bisa difotokopi di Odaiba setelah ada instruksi dari komting terkait. 

Kuliah biasanya berlangsung selama dua minggu. Sama saja seperti kuliah introduksi saat masa-masa skillab dulu. Yang di bahas itu-itu saja, kalau dosennya kreatif akan diberikan tambahan ilmu mengenai situasi di rumah sakit, jika dokternya kreatif+ iseng paling nanti akan ditanya-tanya. Yang paling menyeramkan menurut saya adalah kuliah introduksi anastesi , kebetulan dr Z******** yang memberikan kuliah, beliau begitu semangat menguji calon koass, dan saya termasuk korban yang dikenakan bidikan pertanyaan bertubi-tubi, sempat gelagapan juga. Suasana kuliah saat itu kira-kira seperti ini.

Hari itu hujan entah turun entah tidak, yang jelas, suasana cukup suram. (menurut saya). ruangan kuliahnya aula FK. Beliau agak tekat masuk, jadi detik-detik yang ada kami gunakan untuk komat kamit.

 Bukan baca mantra, tapi hapal, menghapal apa yang ditakutkan akan ditanyakan. Seperti biasa, bukan saya namanya kalau tidak buat ulok (lelucon), saya sangat suka menganggu sahabat-sahabat yang lagi serius belajar, muka mereka pucat bak bulan purnama, mata menyiratkan tekanan batin. 

Tersiksanya, apakah saya tidak panik? tentu saja saya panik, namun saya berusaha menenangkan diri bahwa kali ini saya akan beruntung alias terlewatkan dari pertanyaan-pertanyaan :D. Hanya itu yang bisa saya pikirkan, yang lain enggak sanggup pikir lagi. Males mikir. Makin dipikiran makin cepat detak jantung saya, ntar fibrilasi atrium lagi. Bisa gawat kan? bagaimana kalau tiba-tiba saya singkop? siapa yang bisa tanggung jawab. Capek, ribet *jangan ditiru, ga bagus untuk kesehatan.

Lanjut pada ceritanya ya,
Nah, singkat cerita, beliau datang. Keadaan ruangan semakin mencekam untung ndak ada yang bau cemekam, sepi, diam, hening, dingin, kira-kira begitulah gambarannya. 

Beliau mengucapkan salam, mukadimah sedikit, dan langsung to the point ke topik yang akan di ajarkan. Tanpa Ba bi bu, beliau langsung  menarik absen, membukanya, berdehem sebentar sambil menelusuri nama-nama yang tertera pada pada kertas putih,darah saya berdesir, hati tak putus lafazkan doa, saya sempat merasa aura-aura ketakutan disekeliling saya dan saya yakin teman-teman juga ketakutan. persis sama seperti saya. 

 "Mana yang namanya Warzukni?" beliau menyebut nama itu dengan lantang,. saya bisa mendengar helaan nafas lega di sana-sini, kecuali si warzukni pastinya..

 warzukni berusaha tetap tenang, namun saya tahu dia juga takut sebenarnya. Beliau tersenyum singkat, matanya fokus terhadap warzukni, " apakah.. bla bla blabalaa" saya lupa pertanyaannya apa, yang pasti warzukni mampu menjawab dengan sempurna. She is perfect :D. 

warzukni selamat tentu saja tidak dengan kami, kemungkinan-kemungkinan untuk di panggil masih sangat besar. Ternyata dugaan kami semua benar, tak cukup hanya bertanya kepada warzukni beliau juga semakin gencar bertanya kesana kemari, mulai dari pojok kiri, depan, paling sudut, belakang, jilbab merah, jilbab ungu, yang disana, yang disini,, saya masih lolos, diam-diam saya berbangga hati karena doa saya mabrur. tapi, akhirnya, Jleb, beliau kembali ke absen dannnnn..... tiba-tiba,  ucapannya buat saya hampir pingsan di tempat.

" Afriyani ,,Khusna, yang mana afriyani..." tanya beliau sambil mengangkat lehernya dan memicingkan mata.
saya gelagapan, berdegud, berdehem dan mengacungkan hi-five(jemari) ke atas, ujung jemari saya bergetar,

"saya dok.." jawab saya dengan suara parau
" kamu yang nabrak 12 orang itu ya?"
gerrrrrrrrrrrrrrr,, sontak ruangan riuh sesaat karena tawa. pasti maksud beliau mau memplesetkan nama saya dengan afriyani susanti..
saya juga memaksakan tertawa , pada dag dig dung bukan main, seperti hendang di pancung, pikiran saya berusaha bersiap-siap memprediksi pertanyaan-pertanyaan yang akan di lontarkan sembari berharap apa yang ditanyakan itu saya kuasai, soalnya anestesi itu susah saudara-saudara, dan saya sebelumnya dengan sombong tadi berkata kepada sohib-sohib saya, today is my lucky day and i will survive, dengan sombong berkata , saya pasti beruntung, dan bebas dari terkaman pertanyaan beliau , karena saya sering lolos dalam hal-hal genting seperti ini, namun ternyata "IT WAS NOT MY good Day.." saudara-saudara. Saya pun pasrah.

suara beliau kembali terdengar , kali ini pasti bertanya..
"Mengapa.....
Belum pun dokter menyelesaikan pertanyaannya, saya sudah ketakutan sendiri
Deg, jantung saya mengetuk dinding dada
"mengapa dokter harus pakai sarung tangan?
terdiam sesaat karena proses loading akibat rasa takut
"a,,a.. a.. gar terlindung dokter" 
"terlindung dari apa?"
"i..i..Infeksi.. dokter.."
"melindungi siapa,dokter atau pasien"..
terdiam, bingung
tiba-tiba ada bisikan surgawi dari belakang "proteksi diri" suara sohib saya
"pro..te..k..si.. di..rii.. dokter..."
dokter mengangguk
hati saya berteriak, "alhamdulillah,, " dan saya pun selamat. :D

itulah secuil pengalaman saya saat kuliah intro CS, intinya pada teman-teman gelombang selanjutnya nikmatin dan jalanin aja,.

setelah kuliah intro 2 minggu dilanjutkanlah dengan bedsite teaching.
Jadwal Bedsite teaching itu senin sampai kamis di RS, jumat di Skilleb. Nah, awalnya kita masuk skilleb dulu, Jumat, jam 8-12. misal jam 8 masuk obgin, jam 10 masuk anak. Berarti saat Bedsite teaching, senin selasa masuk obgin, rabu kamis masuk anak. 

Nah, saat hari Jumat, di skill lab di kasih kasus, kemudian bisa latihan partus normal and diajarkan leopold. Saat di Rumah sakitnya, nanti akan diberikan jadwal juga, setelah instruksi komting bisa di ambil copiannya di odaiba. 

Misal jatah senin selasa masuk obgin. Senin jam delapan misal pemeriksaan leopold, ntar jam 10 partus normal, jam 14.00-16.00 nifas. nah, kemungkinan besar sewaktu Bedsite teaching ditanya-tanya, jadi siap-siap belajar aja, berhubung sekelas cuma dua belas atau sebelas orang, jadi kans untuk ditanya semakin besar. Tapi, ga semua dokter tanya-tanya. Biasanya yang paling ditakuti di anastesi sih, anak, obgin (lumayan di tanya-tanya) kadang dialihkan ke ppds, ppds pun sering iseng tanya-tanya, ya, namanya aja kita pelajar, jadi sering diuji dan ditanya-tanya. *hening cipta.


Btw, pas KKJ bawa makanan atau minum itu penting dan harus sabar menunggu. Trus juga, buat yang kenak sesi jantung, yang ga tahan dingin kayak saya jangan lupa bawa sarung tangan atau sweater,, sumpah ruangannya dingin banget, alnya ruangannya di ruangan kateterisasi, dingin kali AC nya sumpah, maklum saya agak kampung sikit ga bisa kenak ac, tapi anak2 yang biasa kenak ac juga kedinginan kok,,. 

Bagi temen-temen yang nanti Bedsite teaching masuk anastesi jangan lupa bawa baju OK, sandal bersih (corps atau crops ah saya tidak tahu gimana menuliskannya) yang tutup depan terbuka belakang itu loh, trus jilbab yang sama warnanya dengan baju OK (biru) untuk cewek. karena siapa tahu anda beruntung bisa masuk ruangan OK, kayak anak kelas B dan beberapa kelas lainnya,, namun mereka masuknya malam. hmm tanya saja sama yang berpengalaman YOKHA

Bawa laptop mini juga penting pas kkj, karena biasanya dokternya presentasi juga, jadi tergantung sikon sih,. satu orang aja yang bawa udah cukup kok. trus biasanya ntar disuruh cari pasien kayak di kulit, saraf, paru, trus kita persentasi kasus. Jantung ga periksa pasien, tapi ada juga disuruh buat persentasi sewaktu pertemuan kedua. Radiologi cuma disuruh ambil poto thorax kita tulis hasil bacaan di kertas, persentasi ke depan, hari kedua poto BNO, ntar juga dijelasin tentang CT scan, MRI , radiologi sedikit. Intinya, supaya ga terlalu banyak belajar, belajar aja yang ada di list schedule, minimal kalau ditanya bisa jawab sikit, alnya disindir-sindir itu ga tahan kali, ada juga sih yang nggak nyindir, tapi saat ga tahu ada perasaan ga enak hati saja. 

Contoh saat di saraf saya merasa bego banget, ga belajar sama sekali. Waktu ditanya ga tahu jawab, karena malamnya memang ga baca, maklum saraf adalah stase terakhir pas KKJ, jadi rada malas gitu deh,. hehehe.. dan setelah itu baru nyesal dan sadar, berkata dalam hati "wuah,ilmu saya ternyata baru segini, bego banget ya, besok harus banyak baca lagi berarti.." soalnya baru di KKJ itulah saya baru tahu kelumpuhan Nervus cranialis tujuh tipe sentral dan perifer, gimana ciri-cirinya, dan kelumpuhan Nervus cranialis dua belas tipe sentral dan perifer, gimana ciri-cirinya. Luar biasa yang jago saraf lah.. hmm

oia.. sama dr Lili di THT , kalau kenak Bedsite teaching sama beliau, ada pretest and post test,,. ya sesuai apa yang akan di ajarkan hari itu pre and post testnya.. overall beliau keren bgt, cara ngajarnya, mudah paham kita.

Begitulah pengalaman saya selama KKJ, untuk kiat-kiat menghadapi OSCE KKJ tunggu tulisan saya berikutnya ya,
KKJ memang bagi saya lebih banyak bosannya ketimbang enaknya, tapi apapun itu jalani aja, ikuti aja, iklaskan saja :-) di balik kebosanan sebenarnya ada juga manfaatnya, saya bisa dapat ilmu, cukup banyaklah, pengalaman dan tentu saja teman-teman yang luar biasa, teman-teman yang tahu kapan serius kapan bercanda, anak-anak kelompok C yang kocak dan heboh, juga serius saat belajar,. Nora, yessi, ani, dini, siska, devi, rahmi, mulya, azmy, najib,.. Luar biasalah bisa sekelas dengan mereka :-)

menunggu.brrr

diskusi

afree sok seksi

serius,, 

asyik dalam dunia sendiri

ngakak bersama menuju rumah makan, seru ya

makan siang di luar, ga sempat pulang, tekor anak muda

hallo.. kami sedang menunggu..

semua mata tertuju kepadamu

menghakimi

iklan hape

serang najib

Charlies angles



Semoga bermanfaat..






Komentar

  1. sama, daku juga berkesan dgn dr. "Z".

    "Kenapa tidak ada koloid yang hipotonik?"
    *se-aula hening*
    "Umm.. karena koloid itu makro molekul, dok? molekulnya besar?"
    "Nama kamu siapa?"
    "Nu..Nuril dok."
    "Apa? Nurul? Kamu mau jadi anastesist selanjutnya?"



    Gyahahahaha. O em ji. Terlalu terpana ga sempat jawab, "iya!"

    *kalau dipikir2 sekarang lucu2 ya pas kuliah introduksi itu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh iya... nurul juga begitu luar biasa saatitu :D , saat setelah itu suaasana jadi hening dan kami semua berdecak kagum, d tunggu jadi anastesist berikutnya nuril :D

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Mengirim Barang Dengan Menggunakan jasa Dakota Cargo

PENGURUSAN SERKOM DAN STR UNTUK DOKTER UMUM